Select Page

Hari ini saya mengikuti acara Canon Photomarathon Indonesia 2009 yang diadakan di Taman Fatahillah.

Sekitar tepat pukul 06.30 saya telah hadir dilokasi untuk mulai melakukan registrasi ulang ditempat.

Mengantri dalam antrian yang lumayan panjang, dipilihlah salah satu tenda dengan tulisan “SLR” diatasnya lalu dengan sabar menunggu giliran. Lalu saya melihat tenda ke-2 dari kiri, mulai orang mengantri (sebelumnya kosong), sehingga saya yang sudah ada ditengah memutuskan untuk berpindah ke tenda tersebut yang juga diatasnya tertulis “SLR”. Jadi ini adalah part 2 saya mengantri untuk daftar ulang.

Setelah tiba giliran saya, ternyata tenda tersebut hanya dikhususkan bagi mereka yang pendaftarannya bermasalah padahal, tenda tersebut tidak menunjukan tanda apapun selain tanda yang sama persis dengan tenda2x lainnya. Alhasil saya harus melakukan mengantri part 3 yang lebih panjang ketika saat saya mengantri pertama kali.

Setelah tiba giliran saya, ternyata nama saya tidak ada dalam daftar. Beruntung semua lengkap. Tanda terima ada, foto kopi ktp ada, bukti transfer ada, email bukti pendaftaran ada, email bukti terima transfer ada. Tapi saya diminta untuk pindah dan kembali MENGANTRI di tenda “bagi yang pendaftarannya bermasalah”, yaitu tenda ke-2 dari kiri, yang sudah menjadi panjang. Dan terjadilah ngantri part 4.

Akhirnya tiba giliran saya di layani di antri part 4 ini. Ternyata nama saya tidak ditemukan dan saya diminta untuk kembali MENGANTRI LAGI di tenda (barangkali) bagi “YANG PALING BERMASALAH” yaitu tenda paling kiri. Dan terjadilah NGANTRI part 5.

Setelah tiba bagian saya dilayani, karena sang penjaga melihat barang bukti lengkap semua, dia meminta saya untuk MENGANTRI LAGI di barisan pendaftaran normal. Tapi kali ini saya jelaskan bahwa saya dari sana dan ini sudah ke-5 kalinya saya antri. Lalu datanglah seseorang (salah satu manager), dia mengecek sendiri dan mengajak saya dan beberapa orang yang juga dalam situasi “sangat bermasalah” ini untuk berpindah ke antrian “kaum normal”. Walaupun langsung “menyodok” melalui pinggir mereka yang sedang mengantri, tapi kaum “sangat bermasalah” ini juga tidak sedikit. Sehingga tercipta antrian kecil disitu dan terjadilah pengalaman mengantri part 6.

Total waktu saya mengalami di jemur dibawah terik matahari sambil membawa semua perangkat saya adalah sekitar 1 jam 30 menit. Perasaan lelah dikaki sudah mulai terasa. Karena selain capek antri, panasnya emang ngak kira-kira.

Kasus registrasi yang ngawur dan melelahkan ini jelas sangat menunjukan ketidaksiapan panitia menangani pendaftaran.

Ketika nama saya tidak ditemukan, salah satu dari mereka, berpindah-pindah laptop untuk mencari dalam database.

Kesan saya, tidak ada singkronisasi data disitu. Kalau begitu kenapa harus pakai cara rumit. Hingga sekarang, saya tidak pernah tau apakah nama saya terdaftar dalam database tersebut atau tidak. Yang pasti saya melihat sendiri nomor dan nama peserta saya dicatat di balik daftar peserta hasil print out.

Lomba ini terdiri dari 2 sesi.

Sesi pertama dimulai dan semua dipersilahkan memotret APAPUN di dalam lingkungan Fatahillah hingga jam 9.30. Pada pukul 9.20 – 9.30, panitia akan menampilkan jam di layar yang terdapat di panggung, dan semua peserta diwajibkan untuk memotret jam tersebut sebagai tanda selesainya sesi pertama, bila tidak memotretnya maka akan di diskualifikasi dari sesi pertama.

Jepret sana jepret sini hingga waktu habis dan mencoba memotret layar bertuliskan jam yang dengan mata telanjang pun SANGAT SUSAH UNTUK DILIHAT. Mau motret tulisan jam-nya ???? Selamat berjuang memotret dalam waktu 10 menit tersebut melawan 1000 tukan jepret yang juga mencoba memotretnya.

Sekitar pukul 9.25, mendadak diumumkan bahwa sesi pertama ini bertemakan “TUA”/”JADUL”. Hebat !!!!! Tema baru diberikan di akhir sesi. Tapi diakhir lomba diumumkan kalau tema tersebut dibatalkan, sehingga menjadi foto bebas.

Sesi ke-2, bertemakan “Ekspresi” dan diharuskan mengambil di luar wilayah Museum Fatahillah. Perasaan lelah sudah lebih lekat dan mood sudah mulai terbang. Walau mencoba mengambil beberapa jepretan tapi yaa sudah sekenanya saja. Tapi mendadak timbul pertanyaan. Bagaimana dengan model releasenya ? Bagaimana kalau foto itu menang dan sang pemilik wajah tidak terima ? Tanggung jawab siapakah itu ? Fotografernya ? atau panitia ?

Beberapa orang saya dengar ternyata sedang mendiskusikan hal yang sama.

Sesi ke-2 berakhir pukul 11. Dan kembali diharusnya untuk memotret jam yang nampak samar2x tersebut diantara ribuan orang.

Capek, foto sesi ke-2 saya pilih asal dan saya serahkan dalam CF ke panitia.

Acara motret dilanjut dengan memotret model yang disediakan. Entah berapa banyak model yang ada. Soalnya saya sudah betul-betul lelah akibat panas, ditambah kaos wajib peserta yang tahan keringat sehingga panasnya semakin terasa, dan tangan sudah mulai gemetar. Akhirnya saya putuskan untuk mengistirahatkan diri saja dulu.

Mendekati akhir acara di sore hari, ada presentasi foto. Sayangnya layar maya di panggung tetap sulit di lihat dengan mata telanjang dan hanya sedikit jelas dari sudut tertentu saja.

Sore hari pengumuman door price.

Dengan sebuah program, terlihat nomor-nomor diacak dilayar yang kini sudah mulai nampak jelas. Salah satu nomor peserta yang keluar (disertai nama dibawahnya), adalah rekan dari kawan saya yang saat itu tidak bisa hadir diacara karena ada keperluan mendadak sehingga tidak mengikuti registrasi ulang sama sekali. Mendengar hal tersebut, saya berkesimpulan bahwa nomor yang ditampilkan diambil dari pendaftaran online. Lalu saya teringat kalau pada waktu pendaftaran ulang, nama dan nomor peserta saya tidak tertera disana. Hemmm… apakah nama saya ada disana ? Apakah diinput ulang kekurangan datanya ? Rasanya hanya mereka yang tahu. Tapi saya biasanya ngak pernah menang kalo undian gini hehe. Tapi boleh dong ngarep dot kom dapet hadiah printer.

Akhir acara yaitu pengumuman pemenang lomba.

Setelah menanti cukup lama demi melihat pesan sponsor yang puanjang sekali dan luama sekali, akhirnya pemenang diumumkan, setelah sebelumnya disebutkan para finalis dari setiap sesi-nya. Alhamdulillah, nama saya disebut sebagai salah satu finalis.

Salah satu pemenang, yaitu juara 2, tidak hadir, sehingga di diskualifikasi. Duh… sayang sekali. Padahal itu adalah sebuah prestasi, tapi harus di gugurkan sehingga sang juara 3 diangkat menjadi juara 2. Pedih banget pasti rasanya sang juara 2 yang sebenarnya. Padahal alamat jelas ada di panitia, karena semua mengumpulkan foto kopi ktp.

Akhirnya saya tetap menjadi finalis karena tidak menang menjadi juara hehehe.

Ada beberapa hal tentang foto pemenang yang ditampilkan, cuma saya pengen liat lagi dengan jelas sebelum menulis lebih banyak tentang foto hasil karya pemenang tersebut. Semoga ada yang mempublikasikan foto2x tersebut.

Yang pasti kesan saya adalah, para panitia masih kurang persiapan sehingga banyak hal yang kurang diperhitungkan yang sedikit banyak merugikan sebagian peserta. Semoga yang berikutnya akan lebih baik lagi.