Kesalahan komunikasi dalam sebuah organisasi, sekecil apapun, ternyata bisa berakibat sangat fatal. Kadang bukan hanya dalam lingkup keorganusasian, ternyata pada akhirnya bisa merembet ke pribadi masing masing pengurus dan anggota. Apalagi jika ditambah nafsu “mencari siapa yang salah-dan bukan saya” berujung debat kusir tanpa akhir. Itulah cerita yang saya dengar belakangan ini.
Author: shinta
-
Teori Kertas Putih dan Anakku
Teori “tabula rasa” sebagai kelanjutan pendapat Aristoteles, secara garis besar menganalogikan manusia ( bayi ) sebagai kertas putih dan menjadikan hitam atau berwarna lain, adalah pengalaman atau hasil interaksi dengan lingkungannya. Bagaimana dia jadinya kelak, tergantung bagaimana orang tuanya menorehkan pena kehidupan, bagaimana lingkungan dan dunia memberikan warnanya.
-
Warna Hitam
Saat seseorang menuangkan dan meratakan cat hitam kental dan pekat pada selembar kertas putih, maka tak ada lagi putih.
Pun Sulit kita mengubahnya menjadi warna kuning, marah, biru atau yang lain.Pun sulit menorehkan warna warna itu diatasnya.Semua terlibas oleh warna hitam.
Jika kita mampu memberikan cukup banyak warna, yang keluar adalah abu abu atau buram, orang jawa menyebutnya buthek.
Dan warna hitam, ternyata lebih sulit mengering di banding warna lain
Jika kita ingin menutupi warna hitam atau menggambar diatas warna kertas ini, perlu kerja keras dan usaha lebih. Harus menunggu warna hitam benar benar kering, dan warna baru yang kita inginkan pun harus cukup kental dan banyak agar dapat mewujudkan warna aslinya. Jika tidak, bayang bayang hitam akan selalu mengotori warna baru.
Dan tahukah kau, kertas itu adalah gambaran jiwa dan hatimu dan warna hitam adalah luka dan duka yang tertoreh diatasnya
Saat luka dan duka tertoreh begitu hitam, kental dan pekat, dia tidak akan hilang dan sulit mengering.
Untuk menorehkan warna kegembiraan dan warna kehidupan yang lain, seindah, semurni dan seharum apapun tidak mudah menutupi warna hitam. Yang ada hanya sedikit warna buthek yang mengurangi kepekatannya. Atau paling tidak abu abu. Apapun usaha kita menghapus dan melakukan hal lain terhadap jiwa dan hati yang hitam maka akan selalu terlihat hitam atau buthek. Tidak pernah putih dan benar. Bayang bayang hitam akan selalu ada meski warna diatasnya sangat berbeda.
Jika kita ingin menutupi jiwa dan hati yang telah menjadi hitam atau menggambar diatas jiwa dan hati ini, perlu kerja keras dan usaha lebih. Harus menunggu sang hitam benar benar kering, dan warna kehidupan baru yang kita inginkan pun harus cukup kental dan banyak agar dapat mewujudkan warna aslinya. Sayangnya, sang hitam sulit sekali mengering dan bahkan kadang tidak mau mengering karena sang jiwa dan hati tidak pernah merelakannya. Belum lagi segala prasangka buruk bagai air yang selalu membasahi sang hitam. Dan sekali lagi sayang, waktu manusia didunia ini kadang tidak cukup panjang untuk menunggu sang hitam mengering atau kesabaran sering lebih senang berwisata bersama pelangi.
SKS, Jakarta, 02122010
-
Udang Pete Mentega Saos Tiram
Bahan:
250 gr udang
10 butir pete
2 kuntum brokoli
1 siung bawang putih
3 cm jahe
1 batang sereh
1 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk
3 buah cabe rawit (atau sesuai selera)
garam
gula pasir
merica
1 sendok makan margarin
1 sendok teh saos tiram
Cara membuat:
Bersihkan udang, buang kepalanya dan bubuhkan garam dan merica secukupnya. Diamkan 10 menit lalu goreng hingga kering dan sisihkan.
Tumis bawang putih dengan mentega sampai harum, masukkan sereh, daun salam, daun jeruk, pete, jahe, saos tiram dan tumis sampai pete agak layu. masukan udang dan brokoli, bubuhkan garam dan gula secukupny. siap dihidangkan
-
MENGENAL KOLOSTRUM
Sumber: pusatnutrisi@yahoo.com
Kolostrum merupakan substansi pra-susu yang dihasilkan kelenjar susu dari mamalia yang melahirkan. Mungkin anda pun sering memperhatikan, ketika ibu melahirkan anak dokter menyarankan untuk menyusui bayinya karena dalam ASI pertama tersebut banyak mengandung kolostrum. Kolostrum dihasilkan 2-3 hari setelah melahirkan. Dr. John F. Ballard menyatakan bahwa kolostrum sapi 100 kali lebih potensial dibanding kolostrum manusia karena lebih banyak mengandung immune factors. Kolostrum sapi mengandung 86% imunoglobullin G (IgG), jenis imunoglobullin yang sangat penting dalam tubuh. Sedangkan kolostrum manusia hanya mengandung sekitar 2%. -
Terjebak Dalam Kebohongan Finansial Karena Rasa Sayang
Dalam sebuah keluarga, permasalahan ini seringkali muncul. Apa yang akan Anda lakukan jika sanak saudara atau sahabat yang memiliki kebiasaan untuk meminta bantuan keuangan atau meminjam uang dan tidak tahu apakah akan kembali atau tidak kepada Anda? Ternyata Anda tidak sendirian.
-
Trisemester Kedua Kehamilanku
Kini aku sudah meninggalkan trisemester kedua dan memasuki trisemester ketiga. Pengalaman trisemester kedua sendiri tidak begitu tercatat dan terasa. Maklum, ditrisemester kedua ini banyak sekali deadline yang harus dikejar dan dikerjakan. Banyak kesibukan menyenangkan yang membuatku tidak mencatat secara detil hari perhari.
Hal paling menyenangkan dan berkesan saat memotret (3D) babyku tersayang. Sangat luar biasa mengetahui seorang anak yang begitu tampan tumbuh di dalam perutku. -
Make up dan Usia
Diusia yang ke 36 ini, aku kadang merasa sedikit boleh berbangga. Maklum, saat jalan jalan di mal atau hang out di kampus, belum banyak yang memanggilku ibu. Memang sih, itu terjadi sebelum kehamilanku, enam bulan yang lalu. Selain itu, aku juga nggak merasa kalau usiaku terlalu tua untuk bergaul dengan teman-teman yang berusia 25an. Bahkan kalau melihat gadis-gadis sekarang yang ke mal dengan tank top, sendal tinggi, dandanan lengkap seperti lipstik, maskara dan sebagainya, aku merasa menjadi lebih muda. Itu mengapa urusan anti aging yang katanya begitu penting bagi para wanita, tidak terlalu menarik perhatianku.
-
Resensi Buku: The Wisdom of Menopouse
The Wisdom of Menopause: Menciptakan kesehatan fisik dan emosional dan penyembuhan diri selama masa perubahan
Oleh: Dr. Christiane Northrup
Dr. Christiane Northrup merupakan salah satu ahli medis yang terpercaya di kalangan wanita wanita Amerika. Dalam bukunya yang berjudul Women’s Bodies, Women’s Wisdom, dia menunjukan bahwa apa yang diderita para wanita baik secara medis maupun tidak seringkali bermula dari dalam hidup mereka sendiri. Semua ini dapat diatasi dan mereka bisa kembali ehat hanya dengan belajar mendengarkan tubuh dan jiwa mereka sendiri. Dr. Northrup juga mencoba mengintegrasikan teknik pengobatan modern dengan perbaikan direi secara alami dari dalam tubuh kita sendiri. Ia menawarkan kepada pembaca berbagai bimbingan untuk menemukan pendekatan yang sesuai bagi dirinya sendiri.