Select Page

Setelah mengistirahatkan kaki cukup lama akibat cedera semalam kaki ini kembali mencoba bersepeda, dan langsung melakukan nr yang cukup menantang dan menguras energi.

Seperti tradisi NR sebelumnya, NR di bulan puasa ini sekaligus menguji apakah benar para setan di belenggu. Oleh karenanya pasti deh ada jalur2x yang melintasi kuburan-kuburan.

Sebetulnya perjalanannya cukup menyenangkan seandainya tidak ada kasus putus rantai sampai 2 kali yang menyebabkan rantai harus di potong pula 2 kali jadi pendek. Alhasil di mulai pertengahan perjalanan, terpaksa harus ngicik abis-abisan buat ngejar orang-orang yang melaju cukup cepat di jalan yang berupa tanah yang kering dan getas, sehingga mudah sekali terpeleset. Setengah perjalanan yang hanya bisa menggunakan posisi ngicik emang menguras tenaga terutama karena dikejar target harus mengejar rombongan.

Tapi kalau anda terlepas dari rombongan ketika NR, ikuti suara guguk. hehehehehehe

Akhirnya ketika keluar dari jalur off road, memasuki jalur on road menuju rawon brewok, tempat kita akan ber saur bersama, nekat memindahkan gear ke posisi tengah dengan asumsi, apabila terjadi lagi kerusakan, akan cukup mudah mendapatkan bantuan.

Di bantu sir Madro, yang mendorong agar bisa mendapatkan speed lebih tinggi demi mengejar saur, akhirnya sekitar 15 menit sebelum waktu imsak, kami (yang ketinggalan), bisa sampai di Rawon Brewok dan menikmati rawon yang muantap puooollll.

Selama perjalanan, 2 kali di serbu guguk. Belum lagi yang serem pas ngak bisa pindah gear gara2x kondisi rante udah pendek, kalo sampe di serbu guguk ngak bisa kabur deh. hiiiiiiiiiii. Untung ngak sampe di terkam.

Kembali terbukti, bahwa walau para setan di ikat ketika bulan puasa, tapi para guguk di lepas.

 

20120804 – rawon brewok – sandiego