Select Page

Belakangan sering sekali pertanyaan tentang “Linux yang mana yang cocok untuk spek mesin saya” di sebuah group.

Saya jadi teringat laptop kesayangan saya dulu yang sudah habis di mutilasi untuk tujuan belajar di akhir masa hidupnya. Laptop yang terkenal dengan nama Farida itu memiliki spek CPU pentium 150 dengan RAM 96MB. Yang masih terus saya pakai walaupun saya sudah memiliki mesin berkelas Pentium 4 dan akhirnya wafat setelah saya memiliki mesin berkelas i7 Gen 2.

Dengan spek seperti itu mesin ini masih mampu menjalankan Linux hasil kompilasi sendiri berdasarkan ramuan yang serupa dengan Slackware 10  yang tentu saja dipercantik juga dengan desktopnya TAPI tentu saja dengan penuh kesadaran diri.

Maksud dari “kesadaran diri” ini adalah jelas saya tidak mungkin mengisinya dengan aneka jenis kemeriahan yang sering ditampilkan di desktop, seperti aneka animasi dan segala sesuatunya. Sadar bahwa dengan spek segitu hanya mampu menjalankan aplikasi yang sangat terbatas. Walau openoffice bisa berjalan disitu, tapi tentu saja butuh waktu yang cukup lama untuk tampil. Kesabaran anda akan diuji dengan baik kalau anda ingin menggunakan aplikasi office dan memasang aneka animasi dalam presentasi. Bila anda bisa tetap tersenyum ramah ketika ditampar barulah anda terbukti kalau anda cukup tabah untuk bisa membuat presentasi dengan aneka animasi dalam presentasi anda di mesin ini.

Jadi untuk mempercantik tampilan saya hanya menggunakan Window Manager yaitu Enlightenment dengan wallpaper pilihan saya dan tanpa menu, jadilah sebuah desktop yang sangat ringan dan pas dengan kebutuhan saya. Karena tanpa menu saya harus hafal semua shortcut yang saya buat dan atau nama aplikasi yang ingin saya panggil untuk dapat mengoperasikannya. Jadi bisa dibilang cuma saya yang bisa mengoperasikannya hehe.

Browser pun saya menggunakan text based browser seperti links2 atau elinksyang di percantik dengan kemampuan grafis. File manager menggunakan Midnight Commander yang dilengkapi juga dengan mcedit atau Midnight Commander Editor plus build-in Hex viewer dan Hex Editor yang kadang saya pakai.

Games ? Tentu saja saya bisa main juga di mesin ini. Game sejenis Brick asik kok dimainkan disini.

Bisa dibilang semua aplikasi saya compile sendiri untuk mencari kondisi yang paling sesuai. Update atau upgrade software perlu pertimbangan masak2x karena spesifikasinya yang terbatas. Mayoritas penggunaan saya di mesin ini adalah menggunakan text based application.

Kebanyakan penanya yang saya baca menampilkan spek yang jauh lebih dasyat dibandingkan dengan Farida dengan RAM 2GB dan kelas CPU yang kadang sampai i3 atau i5 yang dibandingkan Farida jelas WOW kalah jauh. Untuk kelas seperti ini tentu saja jawabannya Linux  mana saja yang kemudian anda atur agar sesuai dengan kebutuhan anda dan kondisi mesin anda. Buang sebanyak mungkin hal yang memang tidak diperlukan dan hanya memakan resource computer anda.

Salah satu pemakan resource terbesar adalah Desktop Environment (DE) dengan segala asesorisnya. Lakukan saja research dan coba rasakan dengan berganti2x DE. Dengan mencoba anda akan menemukan yang anda suka dan sesuai dengan environment anda. Dan yang pasti WM lebih ringan dibandingkan DE, jadi coba juga menggunakan WM.

Ketika anda menyadari betapa banyaknya pilihan untuk mengatur hal seperti ini di Linux sesuai keinginan dan kondisi mesin anda, pertanyaan diatas akan terjawab dengan sendirinya berdasarkan selera anda.

Kata kunci yang paling penting adalah “sadar diri“.

Catatan :

Window Manager adalah managemen window yang mana window disini dapat diartikan sebagai aplikasi yang di tampilkan dilayar.

Desktop Environment adalah sebuah sebuah environment lengkap sebuah desktop. Dalam Desktop Manager terdapat Window Manager, panel, menu, icon, dll yang kesemuanya terintegrasi.