Category: Gauli

  • MENYOAL TENTANG MENGUPIL

    Tulisan asli dibuat pada 13 Februari 2007

    ————————————————

    Jadi ceritanya gini

    Kemarin tuh yaaa.. ditengah kemacetan, ada seorang motoris yang asik mengupil. Seru banget, pake kepala ngegeleng2x segala.
    Tak lama, dengan wajah puas dia menatap jarinya. Nampaknya dia bangga banget dan puas dengan hasil kerjanya. Gede kali yaaa :))

    Terus dia menorehkan upil tersebut ke bagian belakang sebuah mobil sedang. Gua lupa jenisnya apa.

    Mendadak si supir membuka kaca dan terdengar, “HEH !!!!! Jangan kesituin dooong”

    Bwahahahah rupanya yang di mobil nontonin orang ngupil juga.

  • H-1 Multiply Tutup Social Network Fiturnya

    Hari ini 30 November 2012 merupakan hari H-1 sebelum multiply menutup fitur social networknya dan akan beralih fungsi sepenuhnya kepada ecommerce system. Sesuai pengumuman dari pihak  multiply, pada tanggal 1 Desember 2012 akan dilakukan penutupan fitur social network milik multiply.

    Sudah lumayan lama menjadi member disana, bahkan melihat sendiri keberhasilan sosialnya yang berhasil menciptakan “Multiply Indonesia” yang terdiri dari para member dari Indonesia yang sekali-sekali mengadakan kumpul-kumpul bersama dan membangun pertemanan yang semua berawal dari dunia maya.

    Hari ini adalah hari terakhir saya masih bisa melihat dan menikmati kenangan disana, yang walaupun sudah dibackup seluruh data yang ada, baik tulisan maupun foto2x disana, tapi kenangannya tidak akan tergantikan oleh tempat baru.

    Hari ini saya memastikan kembali semua sudah cukup rapi tersimpan dan yang tak diperlukan akan dihilang dalam pemusnahan masal besok.

    Besok, 1 lagi jejak-jejak digital yang pernah di tinggalkan manusia akan menemui kematiannya dalam pemusnahan masal.

     

  • Canon Photomarathon Indonesia 2012 Jakarta

    Kembali tahun ini mengikuti canon photomarathon indonesia yang diadakan di TMII pada tanggal 20 Oktober 2012

    Ketika pagi datang, hujan ternyata turun. Sempat terpikir juga wah kalau hujan terus repot juga. Tapi ternyata kemudian hujan berhenti dan acara bisa di nikmati dengan cukup asik.

    Tema pertama, “Pesona Nusantara”. Bingung juga mencari foto apaan. Mencari yang unik juga cukup sulit. Akhirnya hanya membuat sebuah foto angklung kecil dengan makro yang setelah di perbesar ternyata miss fokus sedikit.

    Tema kedua, “Bingkai”. Ada loo peserta yang beneran motret kemana mana bawa bingkai xixixixi. Accident terjadi disini dimana saya salah masukan nomor foto, gara-gara terburu-buru karena waktunya sudah habis.

     

  • Gowes to Mudik Bekasi – Yogyakarta 2012

    Gowes to Mudik Bekasi – Yogyakarta 2012

    Tahun ini kembali saya mencoba untuk gowes bekasi – yogyakarta untuk ke-3 kalinya dengan menggunakan Merseli alias si Merah Seli.

    Persiapan mudik kali ini nyaris tidak ada. Bahkan kesempatan untuk bisa gowes pun sangat jarang. Dari mulai tugas kantor yang memaksa saya harus kerja malam sampai dengan cedera kaki yang saya alami. Efektif selama sekitar 4 bulan, saya hanya gowes dalam hitungan jari.

    Kesempatan gowes untuk uji coba adalah tanggal 4 Agustus 2012 ketika melakukan Night Ride (http://www.gauli.com/2012/08/05/night-ride-4-agustus-2012/) sejauh sekitar 40 Km yang merupakan tradisi dibulan puasa dan gowes berikutnya adalah tanggal 11 Agustus 2012 ketika Robek mengadakan kegiatan bakti sosial sejauh sekitar 20 km (sekali jalan).

    Ya hanya 2 kali gowes itu dan terutama gowes terakhir itu yang menentukan keyakina saya apakah akan mencoba untuk gowes ke Yogyakarta ini atau tidak. Dan niat saya belum berubah. Perjalanan akan dilakukan.

    13 Agustus 2012

    Rencananya perjalanan akan dimulai sekitar pukul 3 sore, sehingga waktunya akan pas ketika waktu istirahat dengan berbuka puasa. Akan tetapi ternyata sejumlah kendala terjadi sehingga saya harus memeriksakan sepeda terlebih dahulu. Headtube ditemukan terasa seret.

    Akhirnya keberangkatan baru dilakukan pada sekitar pukul 20.30, dilepas oleh si ganteng Khay dan Istri di pagar rumah, beserta doa dari teman-teman Robek, terutama para Anuer yang menyampaikan langsung pada saya. Thank you brok.

    Perjalanan dimulai dengan santai saja, terutama karena harus mulai memanaskan kaki yang sudah lama tidak digunakan untuk menggowes. Perlahan tapi pasti kaki mulai terbiasa untuk bergerak, melaju dengan kecepatan sekitar 20kpj menyusuri jalanan menuju Cirebon sebagai target pertama.

    Akan tetapi dalam perjalanan ini ternyata didapat masalah dimana perut mendadak terasa mual setelah beristirahat mengopi. Bahkan ketika sedang sahur di jalur pantura rasanya lambung menolak diisi makanan.

    Akhirnya di jalur pantura setelah sahur diputuskan untuk mencari tempat untuk beristirahat.

    14 Agustus 2012

    Pukul 1 siang, perut sudah terasa enak. Badan cukup segar setelah tidur.

    Melaju perlahan melintasi pantura yang luar biasa panas, tapi kalau angin berhembus rasanya sangat nyaman. Perjalanan berlangsung tanpa kendala selain mendadak rantai terasa seret. Sehingga diputuskan untuk berhenti dan meminyaki rantai.

    Saat inilah saya bertemu dengan om Hadi yang setiap gowes mudik selalu mengalami perjumpaan di jalan jalur pantura ini. Om Hadi ini gowes dari Jakarta ke Bumi Ayu, Setelah ngobrol sana sini sejenak, om Hadi pun lalu melanjutkan perjalanan sementara saya memastikan semuanya dalam keadaan baik.

    Perjalanan dilanjutkan hingga ketika waktu buka saya memasuki perbatasan Indramayu dan ketika beristirahat disini saya bertemu dengan om Poetoet dan om Jack yang juga gowes mudik.

    Disini terjadi masalah dimana gowesan terasa berat. Kemungkinan masalah terjadi pada bb.

    Semula berencana melakukan evakuasi untuk mendapat bantuan. Tapi karwna sulit mendapatkan kendaraan akhirnya diputuskan untuk maju terus.


    15 Agustus 2012
    Memasuki cirebon baru sadar entah kapan seret di gowesan menghilang. Akhirnya memutuskan maju terus hingga purwokerto.

    Setelah perjuangan panjang melintasi bumiayu dengan tanjakan yang lumayan menguras tenaga dan isi perut, akhirnya sekitar pukul 10 pagi tiba di kota purwokerto. Disini diputuskan. Untuk menginap di hotel.

    Mungkin karena kelelahan, malah sulit tidur dan akhirnya memutuskan untuk gowes mencari makan siang.

    Di sini saya menyempatkan mampir ke ketua B2W Purwokerto di kantornya yang kebetulan tak jauh dari tempat saya menginap. Dilanjut malamnya nongkrong bareng momod Raka alias Tenji dan bini serta Khay yang tiba sorenya di Purwokerto.

    16 Agustus 2012

    Pagi ini perjalanan dilanjutkan menuju Yogyakarta.

    Perjalanan yang tidak mulus karena di jalur selatan ini aspalnya bergelombang penuh jerawat. Melewatinya membutuhkan ekstra ketahanan pantat menahan benturan dengan sadel.

    Di jalur ini pula saya menjadi saksi 3 kali tabrakan. Alhamdulillah ada sedikit bekal p3k standar dan sedikit pengetahuan tentang pengobatan dan p3k. Di 2 kejadian tabrakan ini saya berhenti cukup lama untuk memberikan bantuan. Sedangkan tabrakan ke 3 yang disebabkan pengemudi yang mengantuk tidak ada korban selain mobilnya penyok.

    Pukul 6 sore

    Disini sejujurnya saya sudah kehabisan stamina. Jalanan yang tidak rata di jalur sebelumnya cukup banyak menguras tenaga. Di tambah sejak dari purworejo tidak ada warung yang buka dan baru bertemu warung persis sebelum perbatasan keluar dari purworejo. Padahal persediaan air sudah menipis sejak diwarung terakhir pas buka puasa.memasuki perbatasan Kutoarjo. Pantat udah sakit minta ampun. Tapi selepas Kutoarjo jalan menjadi sangat mulus dan nyaman dilewati, kecuali di titik perbaikan jalan yang penuh debu dan pasir. Ban marathon racer yang saya pakai terbukti mampu membuat saya terjungkal karena terpeleset di pasir.

    70 Km yang tersisa untuk mencapai tugu Yogyakarta ditempuh dengan terengah-engah dan sangat banyak istirahat.

    Bahkan saya ingat berhenti istirahat di jarak sekitar 20km lagi dengan frustasi.
    Disini seorang bapak2x abdi kraton melintas dari arah berlawanan menggunakan motor kemudian berhenti dan menghampiri saya. Pembicaraan singkat kami memberikan sedikit semangat tambahan.

    Akhirnya pada 17 Agustus 2012 pukul 2.15 tepat saya tiba di tugu Yogyakarta setelah menempuh perjalana sejauh 519.35 Km, dari Bekasi ke Yogyakarta.

    Tugu Yogyakarta

    Mengucap syukur atas keberhasilan perjalanan kali ini dan mengibarkan Jersey Robek (soalnya ngak ada bendera robek), dilanjut mengadakan perayaan kecil berupa ngopi di kopi joss dan nyuhe bersama Arief Baskoro dan mas Cipto seorang pendekar Perpi Harimukti yang menghampiri, menemui saya stasiun tugu di tempat ngopi tersebut.

    Satu lagi petualangan diselesaikan. Semoga makin banyak kisah untuk suatu hari dikisahkan buat Khay.

    Ambil hikmahnya, tapi jangan tiru cara saya mempersiapkan diri.

     

     

     

    Bermodal B2W saya bisa. Kalau saya bisa, kamu juga bisa dong.

     

  • Buku Manual Sushi Menu

    Buku Manual Sushi Menu

    Sebuah kisah lucu yang menghibur, lumayan buat bahan ketwawa

     

  • Night Ride 4 Agustus 2012

    Setelah mengistirahatkan kaki cukup lama akibat cedera semalam kaki ini kembali mencoba bersepeda, dan langsung melakukan nr yang cukup menantang dan menguras energi.

    Seperti tradisi NR sebelumnya, NR di bulan puasa ini sekaligus menguji apakah benar para setan di belenggu. Oleh karenanya pasti deh ada jalur2x yang melintasi kuburan-kuburan.

    Sebetulnya perjalanannya cukup menyenangkan seandainya tidak ada kasus putus rantai sampai 2 kali yang menyebabkan rantai harus di potong pula 2 kali jadi pendek. Alhasil di mulai pertengahan perjalanan, terpaksa harus ngicik abis-abisan buat ngejar orang-orang yang melaju cukup cepat di jalan yang berupa tanah yang kering dan getas, sehingga mudah sekali terpeleset. Setengah perjalanan yang hanya bisa menggunakan posisi ngicik emang menguras tenaga terutama karena dikejar target harus mengejar rombongan.

    Tapi kalau anda terlepas dari rombongan ketika NR, ikuti suara guguk. hehehehehehe

    Akhirnya ketika keluar dari jalur off road, memasuki jalur on road menuju rawon brewok, tempat kita akan ber saur bersama, nekat memindahkan gear ke posisi tengah dengan asumsi, apabila terjadi lagi kerusakan, akan cukup mudah mendapatkan bantuan.

    Di bantu sir Madro, yang mendorong agar bisa mendapatkan speed lebih tinggi demi mengejar saur, akhirnya sekitar 15 menit sebelum waktu imsak, kami (yang ketinggalan), bisa sampai di Rawon Brewok dan menikmati rawon yang muantap puooollll.

    Selama perjalanan, 2 kali di serbu guguk. Belum lagi yang serem pas ngak bisa pindah gear gara2x kondisi rante udah pendek, kalo sampe di serbu guguk ngak bisa kabur deh. hiiiiiiiiiii. Untung ngak sampe di terkam.

    Kembali terbukti, bahwa walau para setan di ikat ketika bulan puasa, tapi para guguk di lepas.

     

    20120804 – rawon brewok – sandiego

     

  • Transparent Terminal di Gnome

    Saya suka menggunakan transparent terminal di gnome. Alasannya adalah saya bisa melihat apa yang harus saya ketik kalo perlu mengerjakan sesuatu di terminal sambil nyontek.

    Tapi kadang ketika baru di install, terminal transparent ini tembusnya sampai ke wallpaper sementara yang saya inginkan adalah bisa melihat windows aplikasi di belakangnya.

    Kalau hal itu terjadi, gunakan perintah ini dari terminal untuk mengubahnya agar transparentnya tidak hanya menampilkan wallpaper kita.

    gconftool-2 -s ‘/apps/metacity/general/compositing_manager’ –type bool true

     

  • Jadi Warga Gerak Gulung Budi Daya ti Padjadjaran

    Jadi Warga Gerak Gulung Budi Daya ti Padjadjaran

    Hari ini saya resmi menjadi warga gerak gulung budi daya, salah satu silat tua yang masih memegang paham tradisional.
    Jurusnya sangat sederhana, tapi rumit dalam keserhanaannya. Itu yang membuat saya tertarik mempelajarinya.
    Dalam proses menjadi warga, saya melewati upacara talek, berupa syukuran potong tumpeng setelah melakukan pengajian, doa bersama dan pemberian wejangan.
    Bagi saya, resmi menjadi warga artinya menerima amanat untuk menjalankan latihan dan menjalankan apa yang di wejangkan.

    Mudah2xan saya bisa memegang amanah untuk mempelajarinya. Aamiin.

    Terima kasih untuk kang Awang yang mau menerima saya sebagai warga dan mengajarkan ilmunya, terimakasih buat om Duyung yang sudah memperkenalkan kami.

    Pendapat saya setelah lebih banyak mengenal silat ini adalah Gerak Gulung adalah silat yang rumit dalam kesederhanaannya. Begitu banyak rahasia tersimpan dalam gerakannya yang sederhana dan irit gerakan itu.

     

    GERAK GULUNG BUDI DAYA TI PADJAJARAN

    Sejarah Singkat

    Permainan silat Gerak Gulung Budi Daya Ti Padjajaran pada dasarnya adalah silat tradisional yang berasal dari kerajaan Padjajaran,Bogor. Awalnya bernama Gulung Maung yang diturunkan secara turun temurun melalui jalur keluarga, oleh sebab itu permainan ini tertutup untuk kalangan luas/masyarakat, yang pada akhirnya sampailah kepada Eyang Sarean . Hingga saat ini Eyang Sarean dianggap sebagai cikal bakal/pewaris awal dari permainan Gulung Maung tersebut yang dapat ditelusuri dengan bukti sejarah.

    Eyang Sarean sendiri tinggal di Sukaraja Bogor, karena permainan ini hanya diturunkan di lingkungan keluarga maka permainan ini tidak berkembang luas di masyarakat. Eyang Sarean mempunyai putera bernama Eyang Guru H, Abdullah (±1800–1916) yang juga tinggal di Sukaraja Bogor. Pada masa Eyang Guru ini barulah nama Gulung Maung diubah menjadi Gerak Gulung Budi Daya Ti Padjajaran (GGBD). Perubahan ini didasarkan pada sifat dari permainan Gulung Maung yang sangat buas, karena Gulung Maung mempunyai prinsip “Kembangna cilaka, buahna pati “.

    Dari hasil istikhoroh, Eyang Guru mendapat gambaran berupa sesosok bayi yang baru lahir, merangkak, melangkah dan berjalan. Berdasarkan gambaran tersebut Eyang Guru mengambil gerakan untuk jurus berdasarkan tantungan/adegan (berdiri) Sholat, inilah awal dari jurus Salancar. Mengapa disebut GGBD? Karena permainan ini masih mempunyai dasar sama dengan Gulung Maung, akan tetapi yang telah di budi dayakan, dalam artian permainan ini tidak lagi sebuas seperti Gulung Maung yang bersifat seperti Harimau, yang pada dasarnya harus membunuh mangsanya.

    Dengan adanya perubahan dari Gulung Maung menjadi GGBD diharapkan agar seseorang yang telah menguasai permainan ini tidak akan buas seperti Harimau, karena pada prinsipnya manusia lebih unggul/mulia dibandingkan Harimau, dan perlu diingat bahwa hampir semua permainan silat sifatnya untuk bela diri termasuk GGBD.

    Sesudah masa Eyang Guru permainan ini diwariskan kepada H. Ace Aom Kusumaningrat (1840–1943) yaitu keponakan dan juga menantu dari Eyang Guru, bertempat tinggal di Bojong Neros. H. Ace Aom Kusumaningrat adalah putera dari Uyut Syafei dan beliau adalah adik dari Eyang Guru. Permainan GGBD pada masa ini mulai sedikit terbuka untuk kalangan kerabat.

    Agar lebih jelas, GGBD sebenarnya mempunyai 2 permainan yaitu Gerak Leang, Gerak Sambut Pukul. Permainan ini dikuasai oleh tiga orang putera H. Ace Aom K. Putera pertama, H.Ahmad Kusumaningrat (1900–1985) tinggal di Jl. Ciranjang Kebayoran Jakarta, menguasai semua jenis permainan GGBD termasuk Gerak Leang, Gerak Sambut Pukul. Putera kedua, Muhammad Yusuf/Aki Cucu mengusai permainan Gerak Sambut Pukul bertempat tinggal di Bojong Neros, dan putera ketiga, Abdusshomad/Aki Shomad menguasai permainan Gerak Leang bertempat tinggal di Wanajaya , Pasir Kuda Bogor.

    Sebagai infromasi tambahan, istri H Ace Aom yang bernama Tresmen Megantara menguasai Jurus Budi Daya yang dikhususkan untuk perempuan, walaupun pada intinya tidak ada bedanya dengan Gerak Gulung, namun disesuaikan dengan kodratnya perempuan baik itu dari fisik, dimana gerakan dan power (tenaga), dan pada umumnya perempuan lebih lemah/halus dibandingkan laki-laki.

    Pada masa H. Ahmad Kusumaningrat permainan GGBD mulai disebarkan kepada kalangan orang-orang terdekat. Permainan GGBD mulai disebarkan di kalangan umum pada masa Horis Kusumaningrat (1930-1999), yaitu putera pertama dari H. Ahmad Kusumaningrat yang bertempat tinggal di Bojong Menteng Ciomas Bogor. Pada masa Horis Kusumaningrat, banyak pendekar dan praktisi beladiri dari dalam dan luar negeri sempat datang berguru ke beliau, walaupun sebelum mereka berguru, mereka jajal dulu sebelumnya. Sampai pada akhirnya mereka mengakui keunggulan dan kehebatan Horis Kusumaningrat. Bahkan menurut mereka, teknik beladiri silat Gerak Gulung sangat efektif dan berbahaya bagi lawan jika digunakan dalam suatu pertarungan. Beberapa pendekar dan praktisi beladiri dari dalam dan luar negeri yang sempat berguru dan mempelajari sedikit teknik beladiri GGBD. diantaranya adalah Eddie Jafri, Greg Alland, Dustin Etan/ David Tanner, Frank Metiello.

    Berdasarkan kesepakatan dari Bapak. Horis Kusumaningrat sebagai pewaris langsung dari permainan silat GGBD, diangkatlah beberapa orang Rakawira (yang telah mendapat ijin untuk melatih), beberapa orang diantaranya TB. Isnaeni bin Isro (Kang Iyus), Heri Bahtra (Mas Heri), M. Ridwan (Kang Awang), Firman Hamdani (Kang Dani). Januari tahun 2008 Kang Iyus wafat, sedangkan Mas Heri dan Dani karena kesibukannya untuk sementara ini tidak aktif. Saat ini yang masih aktif melatih adalah Kang Awang, berpusat di kediamaan beliau di Ciomas Bogor.

    Seperti pada umumnya permainan silat di tanah Sunda, awal dari silat GGBD adalah untuk Siar Islam, seiring dengan perkembangan jaman sekarang permainan ini lebih difokuskan kepada pembinaan ahlak/moral dengan pendekatan silahturahmi yang intinya adalah persaudaraan. Perlu juga diketahui di dalam silat GGBD tidak ada istilah Guru dan Murid yang ada hanyalah Kakak dan Adik. Oleh sebab itu apabila ingin menjadi warga GGBD harus di Taleq. Dan bagi siapa saja yang ingin menjadi warga GGBD silahkan datang ke kediaman Kang Awang di Ciomas Bogor.

    CIRI PERMAINAN GGBD

    Aspek permainan GGBD ada 4 yaitu:
    1. Gerak
    2. Rasa
    3. Gulung
    4. Budi Daya

    Apabila dilihat dari 4 aspek tersebut permainan GGBD mempunyai sifat gerakan :
    1. Gerak rasa
    2. Gerak yang lemah lembut
    3. Gerak yang keras
    4. Gerak yang buas

    JURUS GGBD
    • Pada dasarnya semua jurus yang ada dalam silat GGBD adalah jurus dasar
    • Inti dari silat GGBD harus menguasai jurus salancar karena salancar adalah induk dari semua jurus
    • Jurus permainan silat GGBD dibagi menjadi 3 ( tiga ) ditambah dengan faham dan rantean

    JURUS adalah Gerakan yang dibuat untuk mendukung dasar dari permainan
    • Gerak Pukul (8 Jurus)
    • Gerak Gulung (8 Jurus)
    • Lalangkahan (23 Langkah)

    FAHAM adalah gerakan yang sifatnya baku (22 Faham)
    RANTEAN adalah merangkaikan jurus, faham dan nafas menjadi satu

    Silsilah bisa dilihat di
    http://puragabaya.multiply.com/photo…s_Gerak_Gulung

    Oleh : Yudhy Haryantho

    Sumber:
    http://puragabaya.multiply.com/photo…s_Gerak_Gulung
    http://sahabatsilat.com/forum/index.php?topic=52.0

  • Selamat Ulang Tahun ke-3 Indonesia Nunchaku Club

    Para pendiri

    20 Agustus 3 tahun lalu, sekelompok orang berkumpul untuk bersama2x menikmati kesenangan memutar-mutar nunchaku.

    Di Foto atas, Sugi Hartono, Alexander Liman, Setra Bwane, Serunai, Dodit Setiyohadi, Rio Garuda Yaksa, dan Saya yang ganteng. Kurang om Raka Prasasti (yang ngak kebagian tiket kereta buat hadir) dan Inderamaia (yang kebagian motret foto ini).

    Hari ini tak disangka tak dinyana, INC sudah semakin besar dan makin besar.

    Selamat ulang tahun INC