Blog

  • Satu kesalahan yang merusak persiapan berbulan-bulan

    Begitulah…

    Persiapan untuk menempuh perjalanan mudik dengan bersepeda tahun ini gagal total karena begitu perjalanan dimulai terjadi kerusakan pada RD.

    Semua persiapan fisik dan mental telah dilakukan. Pengecekan fisik sepeda juga sudah dilakukan. Satu hal yang terlewatkan adalah usia pakai dari RD bawaan si merseli, seli 20″ yang sedianya akan ku pakai dalam perjalanan ini.

    Usianya sudah hampir 2 tahun, sementara perjalanan hariannya berkisar sekitar 50km perhari, kadang kalau iseng bisa 100-an km. Jalan hidupnya pun tidak selalu mulus. Kadang berhadapan dengan makadam, jalan2x tanah, naik turun bukit, dll, sehingga penunggangnya mendapat julukan ropli alias rombongan penyiksa seli. Juga perjalanan tahun lalu menempuh sekitar 480 km dan sebelum ini sekitart 380km tentunya memakan usia pakai RD tersebut.

    Jadilah setelah meluncur sejauh 135.6 km saya memutuskan membatalkan perjalanan bekasi – yogyakarta berdua bersama merseli tahun ini karena per RD yang ngak bisa diajak kompromi.

    Nyari per RD neos 2 kayaknya susah, jadi diputuskan sepertinya harus ganti RD.

    Demikian curhatan ini
    Hick

  • Salah Pemberitaan dan Hak Jawab

    Kesalahan komunikasi dalam sebuah organisasi, sekecil apapun, ternyata bisa berakibat sangat fatal. Kadang bukan hanya dalam lingkup keorganusasian, ternyata pada akhirnya bisa merembet ke pribadi masing masing pengurus dan anggota. Apalagi jika ditambah nafsu “mencari siapa yang salah-dan bukan saya” berujung debat kusir tanpa akhir. Itulah cerita yang saya dengar belakangan ini.

    (more…)

  • Teori Kertas Putih dan Anakku

    Teori “tabula rasa” sebagai kelanjutan pendapat Aristoteles, secara garis besar menganalogikan manusia ( bayi ) sebagai kertas putih dan menjadikan hitam atau berwarna lain, adalah pengalaman atau hasil interaksi dengan lingkungannya. Bagaimana dia jadinya kelak, tergantung bagaimana orang tuanya menorehkan pena kehidupan, bagaimana lingkungan dan dunia memberikan warnanya.

    (more…)

  • Warna Hitam

    Saat seseorang menuangkan dan meratakan cat hitam kental dan pekat pada selembar kertas putih, maka tak ada lagi putih.

    Pun Sulit kita mengubahnya menjadi warna kuning, marah, biru atau yang lain.Pun sulit menorehkan warna warna itu diatasnya.Semua terlibas oleh warna hitam.

    Jika kita mampu memberikan cukup banyak warna, yang keluar adalah abu abu atau buram, orang jawa menyebutnya buthek.

    Dan warna hitam, ternyata lebih sulit mengering di banding warna lain

    Jika kita ingin menutupi warna hitam atau menggambar diatas warna kertas ini, perlu kerja keras dan usaha lebih. Harus menunggu warna hitam benar benar kering, dan warna baru yang kita inginkan pun harus cukup kental dan banyak agar dapat mewujudkan warna aslinya. Jika tidak, bayang bayang hitam akan selalu mengotori warna baru.

    Dan tahukah kau, kertas itu adalah gambaran jiwa dan hatimu dan warna hitam adalah luka dan duka yang tertoreh diatasnya

    Saat luka dan duka tertoreh begitu hitam, kental dan pekat, dia tidak akan hilang dan sulit mengering.

    Untuk menorehkan warna kegembiraan dan warna kehidupan yang lain, seindah, semurni dan seharum apapun tidak mudah menutupi warna hitam. Yang ada hanya sedikit warna buthek yang mengurangi kepekatannya. Atau paling tidak abu abu. Apapun usaha kita menghapus dan melakukan hal lain terhadap jiwa dan hati yang hitam maka akan selalu terlihat hitam atau buthek. Tidak pernah putih dan benar. Bayang bayang hitam akan selalu ada meski warna diatasnya sangat berbeda.

    Jika kita ingin menutupi jiwa dan hati yang telah menjadi hitam atau menggambar diatas jiwa dan hati ini, perlu kerja keras dan usaha lebih. Harus menunggu sang hitam benar benar kering, dan warna kehidupan baru yang kita inginkan pun harus cukup kental dan banyak agar dapat mewujudkan warna aslinya. Sayangnya, sang hitam sulit sekali mengering dan bahkan kadang tidak mau mengering karena sang jiwa dan hati tidak pernah merelakannya. Belum lagi segala prasangka buruk bagai air yang selalu membasahi sang hitam. Dan sekali lagi sayang, waktu manusia didunia ini kadang tidak cukup panjang untuk menunggu sang hitam mengering atau kesabaran sering lebih senang berwisata bersama pelangi.

    SKS, Jakarta, 02122010

  • Bersepeda Lagi

    Sudah bertahun-tahun saya tidak bersepeda. Dan entah bagaimana akhir tahun lalu terpikir ingin menaiki sepeda lagi untuk sehari-hari seperti dahulu kala yang mana pemikiran tersebut muncul dari pembicaraan tentang rencana pindah kantor.

    Akhirnya dilakukanlah survey kian kemari terhadap jenis-jenis sepeda yang ada saat ini. Dari mulai survey melalui web site hingga bertanya pada teman dan saudara yang menjadi penunggang sepeda.

    Keinginan awal adalah memiliki sepeda jenis MTB. Tapi untuk pemakaian harian mungkin akan cukup repot membawanya bila mendadak ada keperluan.

    Akhirnya setelah ngobrol kian kemari dengan teman sekantor, om Wasis, pilihan jatuh pada Seli.

    Jenis sepeda lipat ini cukup praktis dibawa ke kantor dan beratnya masih cukup rasional untuk ku jinjing jalan-jalan.

    Setelah membuat banyak perbandingan, pilihan jatuh pada Dahon Speed P8 berwarna merah api.

    Sepeda ini bahannya yang cukup bagus dan lentur sehingga tidak terlalu keras ketika mengalami benturan, harga yang berada dalam kisaran tengah, berat 12 kg.

    Maka dipesankanlah sepeda tersebut yang sudah seminggu ini saya tunggangi untuk perjalanan pulang pergi ke kantor.

    Pengalaman kembali bersepeda ini cukup mengasikan. Apalagi kemarin saya tidak membawa kaos ganti untuk pulang. Sehingga pulang kerumah dengan pakaian kantor lengkap, mengayuh sepeda malam hari.

    Tentu saja tak lupa selain sepeda, peralatan keselamatan utama sudah terpasang, yaitu lampu depan dan belakang dan helm.

    Satu point yang selalu sama dengan sepeda manapun yang pernah saya punya adalah sadel. Entah mengapa saya tidak pernah cocok dengan sadel standar bawaan. Jadi mau tak mau harus sangat mempertimbangkan untuk menggantinya dengan sadel lain yang lebih nyaman.

    Sudah ada beberapa pilihan untuk sadel baru yang rencananya akan di hunting besok sambil mampir ke pameran di JHCC.