Bike to Work OR Bike to Die


Bersepeda ke kantor tentu sehat. Saya pribadi kagum pada mereka yang berkesempatan dan menjalani kehidupan bersepeda ke kantor. Tapi belum lama ini saya melihat pengendara sepeda yang nampaknya ingin berangkat ke kantor cepat-cepat mengambil jalur cepat di jalan rasuna said, jakarta.

Tak lupa pengendara tersebut ikut menyalip mobil-mobil yang melaju lambat, misalnya ketika ada mobil yang akan berpindah ke jalur lambat, dengan mengambil jalur lebih ketengah lagi, sehingga saya hampir menabraknya. Sementara sang pengendara melaju dengan penuh kecuekan.

Mungkin karena tidak adanya “peraturan lalulintas” untuk sepeda, maka dengan nyamannya tanpa memperdulikan keselamatan orang lain dan dirinya dia melakukan itu semua. Sayang sekali, mengapa tindakan hebatnya untuk peduli lingkungan dengan memasang stiker “bike to work” tidak dibarengi dengan pematuhan dan memperhatikan keselamatan ?

Saya coba berteriak tapi nampaknya tak terdengar, “Mas stikernya ganti dengan Bike to Die saja !!!!


11 responses to “Bike to Work OR Bike to Die”

  1. Harus diakui, masih saja ada beberapa orang yang mengatasnamakan dirinya bagian dari komunitas Bike To Work tapi tidak dibarengi dengan sikap dan perilaku santun di jalan raya. Sebenarnya ada panduan untuk ber-bike to work dengan baik di website mereka (www.b2w-indonesia.or.id), salah satunya yang menurut saya paling mendasar adalah aturan yang mengharuskan para pesepeda harus berhenti ketika kendaraan di depannya (biasanya kendaraan roda empat) berhenti, bukan malah menyalipnya. Dalam hal ini menyalip kendaraan yang sedang berhenti di depan adalah terlarang bagi para pesepeda.
    Saya sendiri melakukan aktivitas bike to work tapi lebih memilih tidak memasang stiker, tag, ataupun asesoris lainnya di sepeda saya, kecuali bila ada event tertentu. Karena menurut saya kesadaran untuk sehat dan peduli lingkungan dapat diwujudkan dengan aksi nyata, bukan dengan stiker dan asesoris lainnya.

    Salam

  2. Bike to work sudah saya lakukan sejak 8 tahun yang lalu. Dan selama itu saya berusaha untuk tetap mengikuti aturan lalu lintas walaupun tidak pernah ada aturan untuk sepeda. Memang seharusnya sepeda dibuatkan jalur khusus dan aturan tersendiri karena selama ini saya sendiri merasa pengendara kendaraan yang lain agak terganggu dengan sepeda yang tidak bisa secepat motor atau mobil. Seringkali terjadi di perempatan, saat lampu hijau, karena sepeda jalannya lambat biasanya akan terdengar suara klakson bertubi-tubi menyuruh saya minggir padahal sepeda saya sudah sangat minggir. Saya sendiri juga merasa tidak aman karena kendaraan lain yang melaju dengan kecepatan tinggi yang tiba-tiba melintas sering membuat sepeda tidak sabil dan mungkin bisa jatuh. Karena itu, perlu dibuatkan jalur khusus dan aturan khusus untuk sepeda sehingga pengendara lain tidak terganggu dan pengemudi sepeda merasa aman.

  3. Kagum juga ama yang udah melakukan bike to work, or bike to elsewhere (he3 – yang baru saya lakukan adalah bike to elsewhere itu – muter2 keliling kompleks ama ke warung hehe). Sayangnya di Jakarta emang belum dibuat jalur khusus sehingga semua orang baik bikernya atau orang lain ga ngerti harus gimana. Harusnya kalo jalur Busway aja bisa begitu cepatnya direalisasi (sampe ada yang udah rusak padahal bus-nya aja belum beroperasi), sayangnya pemikiran untuk jalur khusus bikeway kok belum kepikiran ya….. saya pernah baca katanya gubernur/walikota or siapalah lupa baru akan membuat “bikeway” kalo emang udah ada orang2nya, lha gimana ada orang2nya kalo lajurnya aja belum ada….. wah kayak telor ama ayam ya….

  4. sy pernah mengalami juga si berbahaya bersepeda..saya mau belok kekanan.ee malah ada motor nabrak saya..sy mau beri tanda pake tangan, ya susah ga seimbang..jadi berpikir dua kali buat bike to work.

  5. ya ampunn mas…

    ga usahlah lah bilang bike to work diganti pake BIKE TO DIE segala…gw sebagai anggota B2W sangat mengecam komentar anda…

    yah kalo masalah nyalip menyalip pada saat bersepeda itu mah wajar ajah yaa karena biasanya orang yang bekerja menggunakan sepeda itu ingin lebih cepat ato bisa dikatakan ontime masuk kerjanya..

    yah . lebih mulia naek sepeda kalo bekerja daripada naek mobil pribadi dengan bahan bakarnya yg kian hari bikin udara jakarta jadi rusakkk…

    so . . tolong tarikk lagi yach ucapan anda ..

    salam bikers…

  6. to pecinta b2w

    seperti yang saya tuliskan diatas, saya sangat menghargai dan kagum dengan orang2x seperti anda.
    yang saya sayangkan seperti maksud tulisa diatas adalah adanya orang2x yang justru mengotori citra para pengendara sepeda ini.

    apakah saya tidak boleh merasa tidak suka dengan tindakan orang tersebut yang menyebabkan banyak mobil (saya tidak ingat ada motor), yang harus mengerem hingga berdecit karena dipotong oleh sepeda yang melacu kencang di jalur cepat jalan kuningan tersebut ?

    Saya sendiri hampir menabraknya yang mungkin hanya berjarak beberapa senti saja lolos didepan saya. Berikutnya 2 mobil didepan saya lagi mengalami nasib sama, setelah dia menyalip merapat ke bagian tengah jalan untuk kemudian memotong kembali ke sisi kiri.

    Bagi saya, walaupun stiker yang tertulis di sepedanya dan kendaraan yang digunakan merupakan ajakan mulia tetap sangat disayangkan.
    Untuk para perusak citra baik para pengendara sepeda itulah saya menuliskan hal tersebut.
    Bagi anda yang saya yakin memikirkan keamanan pribadi dan orang lain, sudah tentu tulisan saya sangat tidak pantas, karena tulisan tersebut hanya pantas bagi mereka yang tidak mengindahkan keselamatan diri dan orang lain, semulia apapun tujuannya.

  7. yah tapi tak usah lah pake bilang ganti slogan dari BIKE TO WORK menjadi BIKE TO DIE..

    yaa itu mungkin masing masing dari kesadaran para pengendara sepeda nya saja mas . yang harus selalu mematuhi rambu rambu lalu lintas..

    salam bikers…

  8. Bike to die ..? Eui,,, takdir ditangan Allah…
    Jangankan Bersepeda,,, bermotor.. bermobil ria.. bahkan ber Tank to work aja klo memang dah ditakdirkan die.. ya ,,die.. siapa yang bisa mengelak..?
    Bener…Bike to Work lebih mulia.. lebih indah.. lebih bersahabat dibanding car to work apalagi BMW (Bajaj Merah Warnanya) ..polusi …merusak lingkungan..
    salam bikers

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *