Warna Hitam

Saat seseorang menuangkan dan meratakan cat hitam kental dan pekat pada selembar kertas putih, maka tak ada lagi putih.

Pun Sulit kita mengubahnya menjadi warna kuning, marah, biru atau yang lain.Pun sulit menorehkan warna warna itu diatasnya.Semua terlibas oleh warna hitam.

Jika kita mampu memberikan cukup banyak warna, yang keluar adalah abu abu atau buram, orang jawa menyebutnya buthek.

Dan warna hitam, ternyata lebih sulit mengering di banding warna lain

Jika kita ingin menutupi warna hitam atau menggambar diatas warna kertas ini, perlu kerja keras dan usaha lebih. Harus menunggu warna hitam benar benar kering, dan warna baru yang kita inginkan pun harus cukup kental dan banyak agar dapat mewujudkan warna aslinya. Jika tidak, bayang bayang hitam akan selalu mengotori warna baru.

Dan tahukah kau, kertas itu adalah gambaran jiwa dan hatimu dan warna hitam adalah luka dan duka yang tertoreh diatasnya

Saat luka dan duka tertoreh begitu hitam, kental dan pekat, dia tidak akan hilang dan sulit mengering.

Untuk menorehkan warna kegembiraan dan warna kehidupan yang lain, seindah, semurni dan seharum apapun tidak mudah menutupi warna hitam. Yang ada hanya sedikit warna buthek yang mengurangi kepekatannya. Atau paling tidak abu abu. Apapun usaha kita menghapus dan melakukan hal lain terhadap jiwa dan hati yang hitam maka akan selalu terlihat hitam atau buthek. Tidak pernah putih dan benar. Bayang bayang hitam akan selalu ada meski warna diatasnya sangat berbeda.

Jika kita ingin menutupi jiwa dan hati yang telah menjadi hitam atau menggambar diatas jiwa dan hati ini, perlu kerja keras dan usaha lebih. Harus menunggu sang hitam benar benar kering, dan warna kehidupan baru yang kita inginkan pun harus cukup kental dan banyak agar dapat mewujudkan warna aslinya. Sayangnya, sang hitam sulit sekali mengering dan bahkan kadang tidak mau mengering karena sang jiwa dan hati tidak pernah merelakannya. Belum lagi segala prasangka buruk bagai air yang selalu membasahi sang hitam. Dan sekali lagi sayang, waktu manusia didunia ini kadang tidak cukup panjang untuk menunggu sang hitam mengering atau kesabaran sering lebih senang berwisata bersama pelangi.

SKS, Jakarta, 02122010

3 Comments

  1. Arman

    izin kopi… bagus Pak Prasodjo ^^

    Reply

  2. torik

    Semua harus berdasar pda hati kita.

    Reply

Leave a Reply

*