MENGENAL KOLOSTRUM

Sumber: pusatnutrisi@yahoo.com

Kolostrum merupakan substansi pra-susu yang dihasilkan kelenjar susu dari mamalia yang melahirkan. Mungkin anda pun sering memperhatikan, ketika ibu melahirkan anak dokter menyarankan untuk menyusui bayinya karena dalam ASI pertama tersebut banyak mengandung kolostrum. Kolostrum dihasilkan 2-3 hari setelah melahirkan. Dr. John F. Ballard menyatakan bahwa kolostrum sapi 100 kali lebih potensial dibanding kolostrum manusia karena lebih banyak mengandung immune factors. Kolostrum sapi mengandung 86% imunoglobullin G (IgG), jenis imunoglobullin yang sangat penting dalam tubuh. Sedangkan kolostrum manusia hanya mengandung sekitar 2%.

Komposisi Kolostrum setelah beberapa jam pengumpulan

Time in hours after calving

%Total Protein

%Casein

%Albumin

0

17.57

5.08

11.34

6

10.00

3.51

6.30

12

6.05

3.00

2.96

24

4.52

2.76

1.48

30

4.01

2.56

1.20

Antibodi, yang biasa dikenal dengan sebutan immunoglobulin merupakan protein rantai panjang (polipeptida) yang hadir dalam darah dan cairan tubuh lainnya. Tidak seperti sel darah putih, immunoglobulin dibentuk untuk melawan dan menghancurkan antigen spesifik. Salah satu antibodi yang dibentuk dari sel darah putih adalah sel B.

Perbandingan Sediaan Faktor Pertumbuhan :

Bovine Colostrum

Human Growth Hormone

Product Composition

100% Natural

100% Synthetic

Overdose Posibilities

None

Possible

Reported Complications

None

YES: Overdosing

Legality in U.S

Total (Natural Food)

Severely Restricted

Administraton

Capsules

Injections

Dengan komposisi yang sangat penting serta tingkat keamanan yang sangat tinggi dalam kolostrum, mengingatkan kembali begitu pentingnya pemberian ASI pada balita kita. Kalaupun “terlambat” karena pertambahan usia, masih ada cara lain untuk mendapatkan sistem kekebalan tubuh tambahan secara alami karena saat ini telah beredar suplemen yang mengandung kolostrum. Imunoglobulin dalam kolostrum ketika masuk ke sistem peredaran darah akan langsung membentuk sistem daya tahan tubuh secara cepat.

HUBUNGAN KOLOSTRUM DENGAN BEBERAPA KASUS PENYAKIT

Antibodi dalam kolostrum sangat berperan penting dalam mengatasi berbagai penyakit dan infeksi yang masuk ke dalam tubuh, terutama yang melalui mukosa. Yang paling sering terpapar infeksi adalah saluran pencernaan kita (gastro-intestinal / GI). Dalam kondisi sehat, antibodi dan bakteri baik dalam gastro-intestinal bekerja sama dalam melawan bakteri pathogen (infeksi). Penggunaan antibiotik memang dapat melemahkan bakteri pathogen, tetapi juga melemahkan bakteri baik dan melemahkan antibodi. Sehingga dalam jangka panjang melemahkan sistem pertahanan tubuh, infeksi pun akan sangat mudah masuk ke dalam sistem tubuh.

Sindrom Kebocoran Usus (Leaky Gut Syndrome)

Sindrom Kebocoran Usus merupakan suatu sebutan untuk kasus dimana saluran pencernaan kita lebih mudah ditembus (permeable) dibanding kondisi normal. Permukaan usus lebih “renggang” sehingga bakteri, jamur, virus dan bahan kimia tertentu mudah masuk ke peredaran darah.

Dalam kondisi normal, bahan kimia beracun seharusnya ditahan dan dieliminasi. Selain itu, protein dan lemak yang tidak dicerna juga dapat masuk melalui permukaan usus yang “renggang”, yang saat ini menjadi penyebab berbagai jenis penyakit degeneratif. Sindrom Kebocoran Usus ini disebabkan karena terjadinya peradangan (inflamasi) dalam permukaan usus. Penyebabnya adalah :

  • Penggunaan antibiotik – menyebabkan perkembangan bakteri tidak baik secara berlebihan pasca terapi.
  • Alkohol dan kafein – mengiritasi permukaan usus.
  • Makanan yang terkontaminasi parasit.
  • Makanan yang terkontaminasi bakteri seperti Escherichia coli.
  • Bahan kimia, termasuk pewarna dan pengawet dalam makanan olahan.
  • Obat kortiksteroid.
  • Konsumsi gula rafinasi dan karbohidrat lain yang relatif tinggi seperti permen, coklat, soft drink dan roti.

Sindrom Kebocoran Usus juga sangat berhubungan dengan kasus kekurangan mineral dalam tubuh karena gangguan sistem protein pembawa dari saluran pencernaan ke peredaran darah. Kekurangan magnesiaum menyebabkan fibromyalgia, kekurangan zinc menyebabkan kerontokan rambut, kekurangan copper menyebabkan kolestreol tinggi dan osteoarthritis, dll.

Kolostrum dikenal mengandung immunoglobulin yang tinggi. Beberapa faktor seperti immunoglobulin dan lactoferrin akan melawan parasit dalam saluran usus, menghambat perkembang biakan dan mencegah bakteri, virus maupun jamur menyerang dinding usus. Growth Factors dalam kolostrum juga berperan sebagai anti radang (anti-inflammatory) dan banyak berperan dalam mencegah terjadinya Sindrom Kebocoran Usus. Baik immunoglobulin maupun Growth Factors akan menjaga mukosa usus agar tidak mudah ditembus oleh bahan kimia beracun. Karena itu mampu mencegah terjadinya DIARE KRONIS.

Allan Walker M.D, menyatakan banyaknya antigen yang masuk ke dalam usus sebagai penyebab munculnya berbagai masalah penyakit. Hal utama yang disarankan untuk mencegah masuknya antigen adalah dengan memberikan bayi dengan ASI. Imunoglobulin IgA dalam kolostrum bersama dengan limfosit dan makrofag dalam tubuh mampu mencegah masuknya antigen baik pada wanita hamil, balita maupun dewasa.

Masalah Auto-Imun

Auto-imun merupakan gangguan pada sistem imunitas tubuh dimana “sensor/radar” pertahanan tubuh tidak dapat membedakan antara sel normal dengan sel asing (virus, bakteri, jamur) dalam tubuh.

Akibatnya sistem pertahanan tubuh selain diperintahkan untuk menyerang sel asing juga menyerang sel normal. Jadi perlu digaris bawahi bahwa auto-imun bukan disebabkan kelebihan daya tahan tubuh karena makanan atau suplemen tertentu, tetapi disebabkan karena kesalahan sistem “sensor/radar” pertahanan tubuh yang tidak mampu menterjemahkan antara sel normal dengan sel asing.

Auto-imun yang biasa terjadi adalah penyakit lupus, rheumatoid arthritis, multiple sclerosis, Addison’s disease, asthma bawaan, fibromyalgia, syndrome fatigue (kelelahan) kronis, thyroiditis, vasculitis, tipe autis, Raynaud’s desease dll.

Pengamatan terhadap pasien yang mengalami eczema (eksim) dan alergi disertai eczema, menunjukkan adanya hubungan antara sindrom kebocoran usus dengan munculnya eczema dan respon alergi dalam tubuh. Dalam kasus auto-imun, pembawa allergen akan menyebabkan respon alergi dengan cara merusak jaringan tubuh. Misalnya pada kasus multiple sclerosis, suatu jenis auto-imun yang menyebabkan kerusakan sistem saraf dengan merusak selubung myelin yang melindungi sel saraf. Menyebabkan berbagai gejala seperti pandangan kabur, gatal, gangguan bicara, paralysis dll.

Peneliti Polandia menemukan suatu rantai protein Polyprotein-rich Peptide (PRP) dalam kolostrum. Sistem imunitas ini mempunyai kemampuan mengendalikan sistem imunitas sama kuatnya seperti kelenjar thymus dalam mengendalikan hormon. PRP mampu menstimulasi T-Cells untuk melawan infeksi pathogen. PRP juga mampu melakukan “turn off” sistem imunitas yang sangat penting pada pasien auto-imun dengan cara mengendalikan T-Cells untuk menghasilkan T-suppressors cells. Sel inilah yang akan menurunkan aktivitas sistem imun yang over-active, menghentikannya untuk menyerang sel tubuh sendiri.

Penelitian lanjutan menunjukkan PRP dalam kolostrum sapi mampu berfungsi secara luas untuk berbagai tipe auto-imun, suatu hasil yang menggembirakan di dunia medis. Growth Factors dalam kolostrum sapi juga mampu memperbaiki kerusakan sel setelah serangan auto-imun. Komponen yang berperan dalam perbaikan sel adalah Growth Factors dan IGF-1 yang bekerja sama dengan TGF-A dan TGF-B dalam memperbaiki jaringan tubuh seperti kulit, selubung myelin pada saraf, jaringan penyambung diseluruh tubuh, mengurangi rasa nyeri dan mengurangi gatal-gatal.

Diabetes

Diabetes tipe I juga termasuk jenis auto-imun. Penelitian di UCLA dan Stanford University menyatakan bahwa sejenis protein yang disebut GAD ditemukan pada kolostrum

akan melawan respon alergi yang dapat merusak sel penghasil insulin dalam pancreas. Tanpa insulin tubuh tidak dapat menggunakan glukosa menjadi energi menyebabkan penumpukan gula yang hebat dalam darah yang disebut sebagai diabetic coma. Kasus ini biasanya terjadi sejak kelahiran anak-anak, terutama yang tidak pernah diberikan ASI ataupun kolostrum. Penelitian sejak tahun 1990 menghasilkan bahwa suplemen kolostrum sangat berperan penting dalam treatment Diabetes karena Growth Factors, IGF-1, mampu merangsang penggunaan glukosa.

Penelitian juga menemukan bahwa kandungan IGF-1 sangat rendah pada pasien diabetes.

Sindrom Kebocoran Jantung Bawaan

New England Journal Medicine menyebutkan masalah jantung bawaan juga disebabkan karena sensitisasi imun terhadap antigen jantung. Artinya setiap jaringan jantung rusak, maka sistem imun akan membentuk antibodi baru yang akan menambah kerusakan. Karena masalah ini disebabkan karena suatu respon auto-imun, kandungan PRP dalam kolostrum mampu menekan sistem kekebalan tubuh yang over-active, penyebab kerusakan sel jantung. Selain itu, immunoglobulin dalam kolostrum mampu menekan perkembangan bakteri Chlamydia sebagai penyebab 79% masalah jantung. IGF-1 dan GH mampu menurunkan LDL-Cholesterol (kolesterol jahat) dan menaikkan level HDL-Cholesterol (kolesterol baik). Growth Factors membantu memperbaiki dan regenerasi otot jantung yang rusak dan pembuluh darah yang baru.

Kanker

Dalam buku Steven Rosenberg “Quiet Strides in the War on Cancer”, Rosenberg berhasil menangani para pasien kanker dengan memberikan sistem kekebalan yang melimpah pada tubuh pasiennya menggunakan messenger yang disebut cytokines. Sejenis cytokines juga ditemukan dalam kolostrum (Interleukins 1, 6, 10, Interferon G dan Lymphokines).

Kandungan Lactoferrin dalam kolostrum dilaporkan juga mempunyai aktivitas sebagai anti-kanker. Kombinasi immunoglobulin dan Growth Factors dalam kolostrum akan menghambat penyebaran sel kanker keseluruh tubuh.

AIDS (HIV Virus)

Martin C. Harmsen menyatakan Lactoferrin dalam kolostrum sangat efektif dalam menekan jumlah virus dalam tubuh. Dengan demikian, lactoferrin mampu menghambat infeksi HIV virus terhadap sel tubuh. Selain itu, immune factors juga mampu menghambat infeksi oleh Cytomegalovirus.

Uji klinis pada pasien positif HIV yang diberikan Growth Factors (termasuk IGF-1) menunjukkan perkembangan yang lebih lambat kearah AIDS dibanding pasien dengan perlakuan lain. Uji yang sama menunjukkan kenaikan berat otot pada pasien AIDS. Ini sebagai indikasi dimana dengan terapi seperti ini kualitas hidup pasien AIDS bertambah baik karena kehilangan berat badan merupakan hal yang sering terjadi pada pasien AIDS.

Menurunnya daya tahan tubuh akan menyebabkan meningkatnya pertumbuhan Cryptosporidia dan rotavirus sebagai penyebab utama diare yang sangat kronis. Penelitian Rump and associates, menunjukan 72.4% pasien diare kronis dapat disembuhkan dengan terapi kolostrum.

Regenerasi Kulit

Seiring dengan pertambahan usia, kulit kita semakin menipis karena lapisan sel dermis banyak yang mati. Kulit makin lama makin menipis, semakin kering, dan elastisitas menurun.

Growth Factors dalam kolostrum merangsang pertumbuhan kembali lapisan dermis kulit, meningkatkan ketebalan kulit disertai elastisitas.

Merangsang Pertumbuhan Optimal Pada Anak-Anak

Growth Factor dalam kolostrum merangsang pertumbuhan optimal secara normal pada anak-anak. Kecepatan pertumbuhan akan terlihat lebih tinggi di usia 12-13 tahun pada anak perempuan dan 13-14 tahun pada anak laki-laki. Faktor suplai nutrisi juga berperan penting untuk hal ini.

Efektif Untuk Peradangan Saluran Pencernaan Atas

Tipe-tipe immunoglobulin pada kolostrum akan berkontak langsung dengan infector virus maupun bakteri di rongga kerongkongan pada kasus radang kerongkongan. Agar lebih efektif, kolostrum harus berkontak langsung dengan area peradangan.

Kolostrum Win IG6 merupakan kolostrum sapi murni :

  • Mengandung sumber Faktor Kekebalan dan Faktor Pertumbuhan yang paling murni dan paling kaya
  • Secara molekuler identik dengan kolostrum manusia
  • Cocok dengan darah manusia tipe O, yang berarti dapat diterima oleh semua orang
  • 100 kali lebih potensial dibanding kolostrum manusia
  • Paling efektif karena 40 kali lebih kaya faktor kekebalan daripada kolostrum manusia

Berasal dari peternakan Grade A dan kolostrum berkualitas tinggi dikumpulkan sepanjang tahun. Kualitas Kolostrum Win IG6 ini sudah disertifikasi oleh USDA (US Department of Agriculture), yang mempunyai standar sangat ketat. Kolostrum ini selanjutnya dipasteurisasi menggunakan suhu rendah untuk menjaga Faktor Pertumbuhan dan Faktor Kekebalan juga untuk menghambat perkembangan mikro organisme.

2 Comments

  1. ika

    Dear bu shinta, mengenai kekebalan tubuh, ada yang pengen saya tanyakan, boleh donk….?????
    Chacha, 2 bln, terkena infeksi sistemik rawat inap di RS, hasil labnya feses : Pseudonomas Aeruginosa.
    Di usia anak saya yang masih 2 bln telah mengkonsumsi antibiotik apakah benar asumsi saya mengenai konsumsi antibiotik sbb ?
    a- Jika sakit dan antibodi tubuh tidak mampu melawan kuman penyakit, maka akan diberikan oleh dokter antibiotik, katakanlah dosis 1x. Bila dosis 1x tidak dapat membantu tubuh untuk melawan kuman penyakit, maka dosis akan dinaikkan menjadi 2x.
    b- Maka apakah jika sekarang dengan dosis 2x, bayi saya dapat sembuh dari diare akibat kuman penyakit, apakah kelah dikemudian hari, dokter akan memberi dosis antibiotik yang lebih tinggi?
    c- Apakah dengan pemberian antibiotik ini berarti antibodi bayi saya rendah?
    d- Sekarang saya tidak bekerja, dan merawat – memberi ASI langsung pada bayi saya, apakah ASI yang diberikan setelah dia keluar dari RS dapat memulihkan kekebalan tubuhnya ?
    Mohon tolong bu infonya, saya sangat memerlukannya.
    Best Regards, Ika Nur

    Reply

  2. mbahpaino

    terima kasih atas infonya yang sangat menarik

    Reply

Leave a Reply

*